You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
IMG 20260412 WA0066
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Camat Tambora Pimpin Kerja Bakti Cegah Genangan

‎Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu memimpin langsung pelaksanaan kerja bakti untuk mencegah terjadinya genangan maupun banjir yang melibatkan 180 personel gabungan bersama warga.

"Tetap bersih dan berfungsi optimal"

Kerja bakti difokuskan dengan membersihkan Saluran Penghubung (Phb) Jalan KH Moh Mansyur, tepatnya di depan Pasar Mitra, Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat dari sedimen lumpur dan sampah.

Wagub DKI Pimpin Kerja Bakti Serentak di Jakarta Barat

‎Aji mengatakan, kondisi saluran Phb di lokasi tersebut mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimen lumpur dan sampah. Bahkan, kedalaman saluran yang idealnya mencapai dua meter saat ini hampir tertutup sedimen.

‎"Saluran ini panjangnya kurang lebih 450 meter dengan lebar sekitar empat meter. Kedalaman idealnya dua meter, tetapi saat kami turun ke dalam saluran, airnya tidak sampai menenggelamkan karena sudah dipenuhi sampah dan lumpur," ujarnya, Minggu (12/4)

‎Aji menjelaskan, kerja bakti terpadu yang dilaksanakan serentak di wilayah Jakarta Barat hari ini difokuskan pada pembersihan saluran sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir.

‎"Tambora bukan wilayah yang sering terjadi banjir, tetapi saat hujan memang masih ada genangan di beberapa titik. Untuk itu, saluran Phb harus dijaga agar tetap bersih dan berfungsi optimal," terangnya.

Menurutnya, saat ini juga digencarkan program TAMPAN yang merupakan akronim dari Tambora Tertib, Terpadu, Aman, dan Nyaman. 

"Program ini mencakup lima aspek penataan wilayah, di antaranya ketertiban saluran, jalan, taman, kesehatan, keamanan, serta pengelolaan sampah," ungkapnya.

‎Ia menambahkan, persoalan sampah menjadi tantangan utama di wilayahnya. Berdasarkan data Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, sekitar 70 persen sampah di Kecamatan Tambora merupakan sampah residu yang sulit diolah kembali.

‎"Kami terus mengedukasi masyarakat agar memilah sampah dari sumbernya. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk, sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan melalui bank sampah atau program 3R (reduce, reuse, recycle)," bebernya.

‎Aji menyampaikan, pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama pengelolaan limbah minyak jelantah dengan pihak swasta untuk mengurangi volume sampah residu rumah tangga.

‎"Semoga kesadaran warga juga terus meningkat. Sebab, upaya menjaga lingkungan yang bersih menjadi tanggung jawab bersama," ucapnya.

‎Sementara itu, Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Husen Ishaq menyebut, kondisi saluran Phb di kawasan tersebut sudah lama tidak tertangani secara optimal. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, bagian hulu saluran diperkirakan tidak dibersihkan selama sekitar 16 hingga 17 tahun.

‎"Sedimennya hampir mencapai dua meter. Jika pengerukan dilakukan secara menyeluruh, prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan dan harus dilakukan secara bertahap," imbuhnya.

‎Husen menuturkan, volume sampah yang harus diangkut sangat besar dan diperkirakan mencapai ratusan karung. Untuk itu, ia menekankan pentingnya perawatan rutin saluran agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi.

‎"Kalau perawatan dilakukan secara berkala, misalnya setiap minggu atau setiap bulan, kondisi seperti ini tidak akan terulang. Saluran harus tetap difungsikan dan tidak boleh ditutup," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Lurah Kalisari Minta Maaf Terkait Unggahan Foto AI, Petugas Disanksi

    access_time06-04-2026 remove_red_eye30905 personNurito
  2. Jakarta Melesat Duduki Peringkat Kedua Kota Teraman di ASEAN

    access_time07-04-2026 remove_red_eye3813 personDessy Suciati
  3. Kasatpol PP Jaksel Pastikan Penertiban PKL di Jalan HR Rasuna Said Humanis

    access_time07-04-2026 remove_red_eye3241 personTiyo Surya Sakti
  4. Pelanggar Trantibum di Cempaka Putih Ditindak

    access_time08-04-2026 remove_red_eye3001 personFolmer
  5. Pengurasan Saluran Jalan Hadiah Utama 1 Angkut 550 Karung Lumpur

    access_time08-04-2026 remove_red_eye1438 personBudhi Firmansyah Surapati